Aku kelas 2 SMA dan Bono adikku kelas 2 SMP. Kami sekolah di satu yayasan. Ayah dan ibu kami di ibukota sebuah kecamatan jadi juragan pembeli apa saja hasil bumi masyarakat desa. Sebulan sekali ayah atau ibu kami datang memberikan uang keperluan kami selama sebulan.
Setelah bangun tidur siang, kami duduk di teras belakang membawa buku PR kami. Aku duduk dekat dengan BOno dan bertanya dengan lembut, agar dia tidak tersinggung. "Tadi kenapa sih, kamu uring-uringan?" tanyaku. Mulanya Bono diam saja. "Kalau kamu tidak mau jujur, mulai besok, aku naik angkot saja," kataku. BOno takut, kalau sepeda motornya ditarik oleh ayah. "Tadi Kamu ngapain dengan Yanto? Duduk berdua di sudut kantin. Mesra lagi..." "Oh... itu soalnya. Lalu kenapa kalau duduk berduaan dengan Yanto dan bermesraan?" Bono sejenak diam. Aku mendesaknya agar menjawab. "Aku gak suka!" "Alasannya kamu gak suka kenapa?" "AKu gak suka kakak pacaran." "Kenapa?" "Pokoknya aku gak suka." "Berikan alasan. Kenapa gak su...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda