Sepeda motor bekas pun akhirnya dibelikan kepada kakakku Adi. Maksudnya, agar Kak Adi boleh memboncengku ke sekolah, kemudian dia pun meneruskan ke sekolahnya di STM. Bila pulang sekolah, aku menunggunya, kami pun kembali berboncengan pulang kembali ke rumah. Dengan uang Rp. 10.000, kami boleh sekolah berdua dengan aman. Selama ini, bapak kami harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 30.000,- per hari buat kami berdua. Kak Adi sekolah kelas 3 STM dan aku kelas 1 SMP. Jalan menuju jalan besar, sedikit berlubang dan dikuatkan dengan batu-batu kerikil. Mulanya, aku sangat takut dengan lubang lubang itu, membuat aku harus memeluk kuat Kak Adi di boncengan. Sebulan setelah itu, keadaan biasa-biasa saja. Tapi lama-lama aku merasa sangat nyaman dan enak, ketika jalan berlubang itu kami lalui. Sepanjang 2 Km, tetekku yang mulai membengkak tergesek-gesek di punggung kakakku. Sampai akhirnya Kak adi sendiri yang berkata:" Tuty, kakak senang sekali kalau kamu peluk erat dari belakang." "Kenapa ka...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda