Di ladang, aku diajari oleh Kak Adi membawa sepeda motor. Ayah dan ibuku senang sekali, melihat kekompakan kami berdua. Kak Adi aternyata sangat menyayangiku. Mereka tak tahu apa sebabnya. Pokoknya mereka senang, melihat Kak Adia mengajariku naik sepeda motor. Hari pertama biasa saja. Hari kedua juga biasa saja. Hari ketiga juga dan beberapa hari kemudian aku semakin mahir membawa sepeda motor bebek itu. Kak adi meminta agar aku membawa sepeda motor ke rumpun bambu. Tangannya terus mengelur tempe ku dari luar. Aku mengelinjang. Bahkan tempeku menjadi basah, karena elusannya itu. Sepeda motorpun kami starndart kan di bawah rumpun bambu sembari mengawasi lembu kami memakan rumut. "Selama ini, burung Kak Adi kan sudah laga dengan tempe-mu Tut? Bagaimana kalau burung Kak Adi dimasukin ke dalam lubang tempe-mu...." Kak Adi membisiku. Aku tersenyum. "Terserah Kak Adi saja..." "Tapi katanya sedikit sakit. Hanya sebentar kok. Kalau sudah itu, lantas jadi enak?" "Terserah Kak Adi saja...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda