Tanpa sengaja, ketika sama-sama membuka pintu, Kak Diana melihat dengan jelas, dengan jarah tak sampai dua meter, pintu depan kamarnya, dibuka dan keluarlah Suaminya dengan seorang perempuan. Langsung Kak Diana menjerit dan teman2nya penataran pun menyaksikan kejadian itu. Suami kak Diana pun tak bisa berkutik. Permohonan cerai di pengadilan agama pun dikabulkan oleh hakim. "Ayo masuk jangan bengong," kata Kak Diana padaku. Aku memasuki rumahnya yang mungil, pemberian ayahku. Kak Diana adalah seorang eksekutif muda di sebuah perusahaan Jepang. Mataku langsung tertuju ke pada belahan dasternya yang tak terkancing. Dan... pentil teteknya membayang didasternya yang tipis. Cepat Kak Diana mengancing dasternya. Dan aku menyelanya dengan cepat, tanpa sadar. "Kok di kancing kak? Kan keren, kancingnya lepas begitu?" Kak Diana melototkan matanya. "Bener lo kak. Putih mulus dan aduhaaaaaiii..." kataku pula nakal. Kuletakkan ranselku di sofa dan aku langsung ke belakang mengambil air dar...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda