Kak Diana menambahinasiku dan kami makan sembari bercerita banyak hal. "Kamu juga harus nambah dong Dai.." kataku. Dia tersenyum. "So pasti..." "Senyummu, membuat aku semakin mencintaimu saja. Kamu wanita tercantik di dunia," rayuku. Lagi-lagi Diana tersenyum. Usai makan, kami masih ngobrol. Besok pagi toh pembantu akan datang pagi sekali dan akan membersihkan semua piring dan dapur dengan rapi. Cerita kami pun sampai ke ranjang. Aku mengetakan, kalau aku sebenarnya menginginkan anak darinya. Dia terkejut. Suatu hal yang tak mungkin dan tak boleh terjadi. "Kita pacaran aja seumur hidup," katanya. "Bagaimana aku bisa punya anak, kalau pacaran tanpa...." "Nanti kamu akan menikah dengan perempuan lain. Tapi kita terus pacaran. Toh orang gak akan ceruiga, kita pacaran," katanya manja. Diskusi panjang itu akhirnya memutuskan, kalau aku hanya kawin formalitas saja untuk mendapatkan anak satu atau dua orang. Namun kami akan tetap pacaran. Jika akhirnya Kak Diana juga akanmenikah ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda