Janie memegang tanganku dan membimbingnya ke bagian diantara pahanya. Aku merasakan adanya rambut halus disana dan bibir tebal yang basah. Jari-jariku menelusuri celah diantara bibir-bibir tersebut, aku menemukan kemaluan Janie sangat basah dan hangat pula. Kugerakkan jari-jariku naik-turun menyusuri lembah basah tersebut dan kutemukan tonjolan kecil dibagian atas. Pinggul Janie terjungkit ketika jariku menyentuh tonjolan itu, dan dia meremas lenganku sambil berbisik,
“Ya, tepat dibagian itu. Ada tonjolan? itu tempat yang paling nikmat. Sentuhlah bagian itu sesering mungkin”. Aku pun menggerakkan jari-jariku naik-turun di lembah basah tersebut, bergerak dari atas kebawah dan setiap kali kutekan-tekan tonjolan di bagian atas vagina Janie.
Janie mendesah-desah, “Uuumm.. Yaa.. Terruuss” dan pinggulnya pun ikut bergerak-gerak kedepan seirama dengan gerakan tanganku. “Ya.. Ya.. Ohh” desisnya pelan, “Terus lakukan seperti itu, aku merasa horni, jangan dilepaskan”.
Aku hampir nggak ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda