“Ya, itu lebih banyak dari yang pernah aku alami sebelumnya. Karena sambil menyentuhmu aku jadi begitu terangsang sehingga keluar beberapa kali”. “Kamu senang menyentuhku?” bisik Janie. “Ohh, pasti. Apa kamu juga suka aku menyentuhku?”
Tangan Janie mengusap-usap batang penisku sambil berbisik, “Ya, ya aku sangat menyukainya. Aku sudah lama menunggu seorang pemuda menyentuhku, dan akhirnya hal itu terjadi”.
Gerakan tangan Janie di batang penisku menimbulkan perasaan semakin nikmat lagi, aku tahu bahwa dashboard mobil ini akan tersiram lagi oleh semburan spermaku. Tangankupun kuturunkan meraba vaginanya. “Kamu mau lagi Janie?” bisikku lembut.
Janie meraih leherku dan mendekatkan kewajahnya. Dia menempelkan bibirnya kebibirku dan mengesek-gesekan pelahan. “Ya,” bisiknya, “Aku menginginkannya lagi, dan kemudian lagi, terus dan terus sampai kita tidak mampu melakukannya lagi. Tapi aku juga ingin bisa melihat dengan jelas apa yang kukerjakan. Aku ingin bisa melihat penismu, bisa ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda