Pagi dini hari gue terbangun, beberapa saat masih bingung gue ada dimana, baru gue sadar gue tidur di kamar Kakak, pantesan bantalnya harum banget, nggak kayak bantal gue… apek dan dekil. Terasa ada hembusan nafas halus dekat telinga gue, gue lirik kesamping, Kakak masih tidur, meringkuk dekat disamping gue, mungkin dia kedinginan tidur dengan hanya tertutup selembar selimut dipagi buta begini. Wajah cantiknya tampak begitu damai dibuai mimpinya. Sebagian pundaknya yang putih telanjang tersembul dari balik selimut. Gue langsung ingat kejadian beberapa jam sebelumnya, wajah damai itu begitu berbeda tadi, nyooot…. si Junior langsung bereaksi niruin suara “senjata super sakti” nya Ryo Saeba, detektif super cabul. Masih selimutan, pikiran gue menerawang kepada kejadian kemarin siang, jalan dengan Kakak, mulai “baekan” lagi, memulai komunikasi lagi, akrab lagi, becanda lagi, hingga hal itu terulang kembali. Tapi bedanya semalam itu kita melakukannya dengan sadar. Nggak pernah...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda