Itu pula sebabnya, mereka selalu kelihatan tak berani berkutik.
Mereka selalu pergi sekolah bersama-sama, bermain bersama-sama dan pakaian mereka juga sangat sederhana walau orangtuanya boleh dikatakan termasuk orang kaya di desa mereka. Nanti kalau sudah SMA baru berpakaian bagus, kata ibu tiri mereka yang memang agak kejam.
Setiap pagi mereka harus bangun cepat dan mengerjakan pekerjaan sebelum sekolah, termasuk menanak nasi dan lauk seadanya. Makan mereka dijatah. Ani dan Adi termasuk pintar. Ani memasak nasi lebih banyak, setelah mateng mereka membungkusnya dua bungkus dan memasukkannya ke dalam tas sekolah mereka. Nasi dimasukkan ke dalam plastik kemudian dibubuhi kecap, sedikit sambal dan lauk seadanya. Nasi dalam bungkusan plastik itu mereka pipih, kemudian di masukka ke dalam tas sekolah agar tidak ketahuan.
Sarapan pagi, mereka tak boleh makan banyak. Kata ibu tiri mereka nanti di sekolah jadi bodoh. Mereka pun makan sepiring nasi yang tentu saja piringnya tak beris...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda