Ada rasa bergetar di hatiku, saat Roy memelukku di bandara, kemudian menghadiahiku sebuah kecupan di bibirku.
"I love you, Mom..." katanya. Ah...tidak. Tidak mungkin. Dia adalah anak kandungku sendiri. Aank tunggalku. Untuk dialah aku bertahan selama ini, sejak kemarian ayahnya. Aku tidak mau menikah lagi, karena aku takut kehilangan diri tak bisa memanjakan anakku lagi. Jika aku bersuami, tentu aku harus mengurus suamiku, kemudian baru anakku. AKu juga memanjakan diriku kepada Roy.
Sejak Roy lulus SD, baru beberapa bulan di SMP, dia sudah kehilangan ayahnya. Aku berusaha keras menge...
Jumlah patah perkataan: 7556
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda