Aku enggak mengerti, kenapa ini semua bisa terjadi. Jelasnya, aku merelakan tubuhku ditiduri oleh anakku sendiri yang kulahirkan dari rahimku. Aku menaikmatinya dan aku justru ketagihan tidur bersama anakku Ragil. Anak bungsuku yang sangat manja dan selalu mengikutiku kemana saja. Tidak seperti anak sulungku yang juga pemuda, serta anak keduaku yang gadis. Mereka sudah merasa malui berjalan denganku. Beda dengan ragil berusia 18 tahun ini, selalu mau memboncengku ke pasar saat belanja sepulangnya dari sekolah atau menemaniku apa saja. Sakin manjanya, seiisi rumah suka memperolok-olokkannya. Dia tak segan segan tiduran meletakkan kepalanya di pahaku dan aku membelasinya. Ayahnya selalu tersenyum, atas kekolokannya itu. Seisi rumah malah megejeknya dengan kasih sayang. Maklum anak bungsu. Usai menagih hutang dagangan, hampir sepanjang jalan kami diterpa hujan deras. Setiba di rumah, kami langsung mandi dan ganti pakaian. Akupun menganti pakaianku dengan daster, kemudian bersembunyi di...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda