Aku menikah dengan Mas Ari ketika usiaku 19 tahun. Mas Ari (35 tahun)telah punya anak dari isteri pertamanya yang menuinggal dunia, karean cancer. Anak Mas Ari bernama Jaya. Anak tunggal yang gagah berusia 13 tahun. Beda usia kami hanya berkisar 6 tahun. Ketika itu, Mas Ari memiliki dua buah perusahaan real estate. Sati di kabupaten yang kami tinggali dan satulagi di provinsi lain. Mas Ari selalu saja pulang pergi dengan kerjak erasnya. Sejak aku bisa nyetir sendiri mobil baru yang dibelikan Mas Ari, aku selalu keluar masuk salon, untuk merias diriku. Saat aku merias diri di kamarku, Jaya kulihat selalu mengintipku. AKu takut melarangnya. Jangan-jangan, dia melapor ke ayahnya dan laporan itu cepat ditanggapi, maka rusaklah aku. Sementara aku butuh perlindungan untuk jadi isteruinya yang setiap bulannya mampu mengiriimkan uangk e kampung untuk ayah danibuku yang petani.
Saat aku keluar kamar, aku masih melihat di balik celana Jaya ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda