Hanya setahun setelah kelahiran anakku lanangku semata wayang, Hardjo. Suamiku menggila. Kalau pun dulu tidak kecelakaan, aku tidak akan menikah dengannya. Waktu kami jalan, aku merasa pusing, kemudian tidak sadar setelah minum di sebuah restoran kecil di tepi jalan di Puncak. Lalu ketika aku sadar, kami sudah telanhjang bulat di atas ranjang. Aku menangis. Kemudian karena sudah kadung, kami setiap kali bertemu kami melakukannya. Setelah hamil empat bulan, aku harus bersedia menikahinya, walau ketika itu, aku baru berada di semester 4.
Aku bekerja dan tetap mengontrak rumah kecil semabri menghidupi anakku. Keluargaku juga mencemoohkan diriku, sebagai anak tak berguna dan membuat malu keluarga. Diam-diam aku mencuri perhiasan Mamaku dan uang, lalu setelah 40 hari usia anakku, aku buka usaha kecil-kecilan di depan rumah yang kukontrak untuk lima tahun. Mulanya, tetanggaku sedikit kurang sereg juga padaku. Lama kelamaan mereka dapat menerimaku dengan baik.
Dengan kegigihanku, aku b...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda