Akhirnya, aku rela berbagi kontolmenantuku dengan anak kandungku sendiri. Bahkan aku semakin gila dan gila. Terkadang, bila melihat anakku Lucy bermesraan dengan Tono menantuku, aku jadi cemburu. Baru melihat Tono memeluk mesra anakku Lucy, memekku sudah gatal ingin ditujahnya. Memekku jadi basah. "Aq basah,"kukirimkan SMS itu ke HP menantuku. Aku melihat Tono membaca SMS ku di HP-nya dan dia tersenyum. Dengan sembunyi-sembunyi, dia mengedipkan matanya sebelah kepadaku. "Buka celanamu. Siapkan dirimu dan Suruh anakmu belanja," begitu SMS balasan yang aku baca di HP. Aku pun setengah berteriak di minggu pagi itu kepada Lucy, agar dia pergi belanja ke pasar, membeli ikan, sayur dan sebagainya. Aku serahkan uang Rp. 150.000. "Kita masak apa hari ini?" tanya Lucy kepadaku dan kepada suaminya Tono. "Ya... sudah. terserah kamu. Sudah pukul berapa ni. Cepat sana. Nanti siang kita makannya telambat, lagi. Bisa sakit maag, tau..." Lucy pu tersipu dan langsung menyalakan mesin MIO nya dan...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda