Sejak aku tinggal bersama abangku di kota Plg, aku begitu tertarik kepada keponakanku bernama Herman, kelas 2 SMP. Walau umurnya baru 14 tahun, tapi tubuhnya sudah berbentuk. Dia memang ikut latihan senam, sebagai atlit pelajar di kota itu. Setiap kali aku menatap wajahnya, aku benar-benar horny. Ada apa denganku? Entahlah. Sejak kekasihku menikah dan meninggalkan aku, aku benci kepada semua laki-laki. Dia sudah setubuhi diriku, tapi menikah dengan prang lain. Untung aku tidak hamil.
Herman begitu manja kepadaku. AKu juga senang kepadnya dan memang suka memanjakan keponakanku yang satu ini. Tidak seperti kakaknya Ayek yang sombong dan selalu merasa dirinya yang paling cantik. Ibu dan ayahku sudah berkali-kali mengatakan kepdaku, agar aku segera menikah. Usiaku sudah 35 tahun, masih belum juga menikah. Sementara kakakku yang tiga tahun di atasku, anaknya sudah gadis dan perjaka. Mere...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda