Tubuhnya termasuk bongsor untuk anak seusia dirinya yang baru 14 tahun. Dari balik tanktopnya tersembul buah dadanya yang baru tumbuh. Sudah beberapa waktu ini aku mengamati perkembangan tubuh anak gadisku yang cantik ini. Entah berapa kali aku bermasturbasi akibat tidak sengaja melihat pahanya yang mulus dan payudaranya yang mungil. Aku jadi terobsesi untuk mencicipi tubuh Nia, dan kesempatan itu kini datang.
“Dari mana kamu!” bentakku. Nia terkejut dan tampak ketakutan. “Dari gereja, Pa….” Serunya lirih “Bohong! Ngapain ke greja malam jumat kliwon, mo cari pesugihan apa!? Kamu sudah punya pacar ya?" tanyaku dengan nada marah "Belum Pa.." "Kenapa?" tanyaku lagi "Nia khan masih kecil.." katanya “Nia sudah berbohong dan melanggar aturan Papa tidak boleh pulang Malam. Nia harus Papa hukum! Nia harus menuruti semua yang Papa suruh!” “Iya pa…” jawabnya lirih
“Kesini kamu. Duduk sebelah Papa!” perintahku. Nia pun mematuhi. Ketika ia sudah duduk, kurangkul pundaknya. Kuciumi pi...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda