Vodka terus mengalir perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit melalui kerongkongan kami. Sop hangat juga ikut melintas dari tenggorokan kami bersama kentang dan wortel dan beberapa suap nasi panas. Sayur segar jadi lalapan kami pula. Tubuh ini terasa demikian segar. Aku percaya, jika aku terus makan seperti ini, lipatan pada perutku akan menjadi lebih berlemak pula.
Angin berdesau-desau di luar villa. Dada kami panas dibakar oleh alkohol. Yanto membuka pintu hingga angin memasuki ruang tamu. Ditariknya aku ke halaman yang ditembok tinggi. Bagaikan adam dan hawa kami keluar. Kabut menampar-nampar tubuhku dan tubuh Yanto yang telanjang. Di pangkal pahaku yang berlaga terasa dingin sekali, juga pada bibir vagibnaku yang disentuh oleh kabut dingin. Aku kembali ke dalam villa lalu diikuti oleh Yanto. Karena dia juga merasa kedinginan, cepat dia tutuop pintu, sementara matahari sudah bersembunyi di ufuk sana.
"Bagaimana menurutmu bodyku?" sapaku. Yanto hanya menatap lalu tersenyum. "S...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda