“Kak...” Rio berujar lirih pada gadis yang tengah berlutut dihadapannya. Saat Anak itu melihat wajah sang gadis yang mendongak ke arahnya, mulutnya membuka namun tidak dapat mengucapkan apa-apa. Kehilangan kata-kata, atau bahkan kata-kata yang akan diucapkannya sama sekali tak pernah terpikirkan olehnya.
Namun yang jelas ia ragu-ragu. Apa yang akan dilakukannya adalah sesuatu yang salah, atau paling tidak jelas-jelas melanggar norma. Ini bukan pertama kali baginya untuk melanggar norma, namun pelanggaran yang satu ini belum pernah dilakukan olehnya
Gugup, ragu-ragu, cemas,takut, semua semua bersatu padu menginfeksi dirinya. Bahkan degup jantungnya semakin menggila dan lidahnya begitu kelu hingga ia tidak yakin bisa mengucapkan kata apapun dengan benar
Rio tidak tahu apakah perasaannya itu terpancar jelas namun sepertinya Kak Sara menyadari kecemasan yang dirasakannya. Gadis itu...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda