Dedi, 44 tahun, nampak gelisah di atas tempat tidurnya, sulit tidur. Jam baru saja menunjukkan pukul 2 lewat. Dia melirik ke sampingnya, istri keduanya, Teti, 30 tahun yang baru ia nikahi 2 tahun yang lalu nampak tidur pulas. Dedi menghela nafas, perlahan turun dari tempat tidur, keluar kamar. Pelan – pelan tak mau membangunkan istrinya. Di luar ia menuju dapur, membuat secangkir minuman hangat. Ia lalu membawanya ke sofa, duduk agak berbaring. Pusing, banyak yang dipikirkan.
Mulutnya asem banget....belakangan ini memang ia berhenti atau tepatnya memaksakan diri berhenti dulu. Demi tujuan dan keinginannya. Dokter ahli kandungan yang menyarankan, sesuatu yang sebenarnya Dedi tergelitik untuk memperdebatkannya......banyak teman yang ia kenal, baik yang perokok biasa, perokok berat, atau perokok kelas berat yang tetap punya anak. Dari pemeriksaan, secara klinis dia tak bermasalah, spermanya baik secara kualitas dan kuantitas, sehat. Namun kata dokter itu, bila bisa berhenti merokok, le...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda