Pagi itu Poanidi tidak sekolah. Dia bangun kesiangan. Diambilnya sepedanya dan diamengitari desa, kemudian memasuki desa isteri kedua Bapaknya. Di sebuah warung dia menemui Bapaknya. Derngan tatapan marah dia temui Bapaknya di warung itu. Bapaknya jengah juga mendapat tatapan Ponidi yang menyelipkan parang di pingangnya. "Apa apa Tole..." sapa sang Bapak. "Aku mau bicara." "Bicara apa. Ayo bicaralah," kata sang Bapak. "Mari keluar, kita bicara," katanya sete4ngah membentak. Semua yang ada di warung itu terdiam sejenak. Sang Bapak keluar. Tak jauh dari warung kopi, Ponidi menyampaikan kabatr kepada Bapaknya, kalau ibunya sedang hamil. "Kalau hamil ya sudah. Mau bagaimana lagi. Bagaimana pun dia adeikmu juga," kata sang Bapak dengan tenangnya. "Aku minta, mulai hari ini, Bapak jangan mengunjungi kami lagi. Jika Bapak datang ke rumah, akan kubelah kepalamu!" bentak Ponidi sembari meninggalkan Bapaknya menuju sepeda dan mengayuhnya pergi. Sang Bapak sedikit sok juga mendengar ancam...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda