Aku cepat-cepat memakai celana dan merapikan bajuku, ketika kudengar ketukan di
pintu. Demikian pula Sheila. Dia merapikan rambut dan bajunya. Awalnya blus yang
dipakai sudah terbuka seluruh kancingnya, sehingga dadanya yang putih dan indah
itu terlihat. Sheila lalu duduk di meja kerjanya dan menyuruhku membukakan
pintu.
Agaknya Rosita yang datang dengan map ditangan. Dia melihatku dengan pandangan
aneh. Entah apa yang dipikirkannya. Aku melihat jam ditangan hampir pukul 14.30.
Waktu makan siang sudah habis. Pantas saja Rosita, sekretaris Sheila, sudah
Jumlah patah perkataan: 14001
Baca cerita seks sepenuhnya | Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda