Pagi itu kulihat Oom Sadewo sedang merapikan tanaman di kebun,
dipangkasnya daun-daun yang mencuat tidak beraturan dengan
gunting. Kutatap wajahnya dari balik kaca gelap jendela
kamarku. Belum terlalu tua, umurnya kutaksir belum mencapai
usia 50 tahun, tubuhnya masih kekar wajahnya segar dan cukup
tampan. Rambut dan kumisnya beberapa sudah terselip uban. Hari
itu memang aku masih tergeletak di kamar kostku. Sejak kemarin
aku tidak kuliah karena terserang flu. Jendela kamarku yang
berkaca gelap dan menghadap ke taman samping rumah membuatku
merasa asri meliha...
Jumlah patah perkataan: 12085
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda