Suatu sore ketika aku berjalan-jalan di sekitar Pasar Ramayana ada seorang wanita mendahuluiku berjalan tergesa-gesa. Isengku timbul, sambil kususul kupanggil dia dari belakang.
"Da, Ida!"
Dia menoleh ke belakang tersenyum dan memperhatikanku.
"Siapa ya?" tanyanya.
"Maaf, maaf kukira temanku," sahutku, "Kebetulan dia bernama Ida".
"Mau ke mana sih?" tanyaku sambil kuulurkan tangan mengajak berkenalan. "Saya Anto".
"Ida, Farida" jawabnya sambil menyambut tanganku.
"Sebenarnya saya mau nonton di Ramayana Theatre, tapi sudah terlambat lagipula filmya nggak bagus",...
Jumlah patah perkataan: 30671
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda