Jupri melangkah memutar, lalu tanpa kusadari, ia sudah menarik kerah bajuku.
"Bangsat kamu..!" sentaknya, "Apa sih yang ada dalam otakmu..!"
Dengan gusar kutepis lengannya. Kubuka pintu dan melompat keluar. Jupri menggeram saat kutekan dadanya hingga punggungnya menempel di kap mobil.
"Bangsat juga..! Kamu pikir aku apamu, heh..!" teriakku di wajahnya.
"Aku tahu kamu temanku," lanjutku dengan nada marah, "Tapi jangan seenaknya main tarik baju. Aku bisa membuatmu te...
Jumlah patah perkataan: 10799
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda