“Ohh nyonya, uennaakk sekali vaginamu nyahh.. oh,” Maman menggenjot tubuhku dengan irama yang cepat dan tetap, dan aku mengimbangi gerakan Maman. Kini aku total melayani kebutuhan seks Maman sekaligus meraih kebutuhan seksku.
Sampai menit kedua puluh permainan kami, aku merasakan seluruh sarafku mengumpul disatu titik antara bibir vagina dengan klitorisku. Lalu beberapa detik kemudian seluruh otot dibagian itu terasa mengejang.
“Auuhhff.. mmffhh, enghh.. ohh,” kurasakan kontraksi yang sangat sensasional pada vaginaku.
“Iyyaahh.. nyaahh.. ohh nyaahh,” Maman menggeram hebat dengan tubuh kejang diatas tubuhku, kurasakan semburan spermanya masuk hingga kedinding rahimku.
Maman rebah diatas tubuhku. Keringat kami bercampur baur dan kedutan-kedutan lembut kelamin kami masih terasa sesekali, sampai akhirnya Maman rebah disisi kananku.
Ya Tuhan, aku sudah menodai kepercayaan Mas Rudi. Aku menitikan air mata usai meraih kepuasanku dari Maman.
“Maafkan saya ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda