Hari itu masih gelap, jam dinding menunjukkan pukul 5 dini hari, sesosok tubuh tambun menggeliat diatas ranjang empuknya, Razman membuka matanya, tatapan matanya dingin sedingin udara hari itu, tubuh besar itu bangkit dari atas ranjang dan berdiri dihadapan sebuah cermin besar, Siarab menanggalkan Pakaiannya hingga telanjang bulat, matanya menatap tajam pada bayangan benda diselangkangannya, 16 Cm, Hanya 16 Cm….!! karena ukuran benda inilah Razman sering diolok-olok dan dilecehkan.
Sang cermin melemparkan Razman kembali kemasa lalu, Sipenis kecil.., Sipenis kecil, begitulah mereka yang berambut pirang dan yang bertubuh hitam legam berteriak sambil mengejar-ngejarnya, kemudian mereka merejang tubuh Razman dan menarik celana dan celana dalamnya, terdengar suara tawa keras bersahutan ketika sesuatu diselangkangan Razman terekspose dengan jelas,mereka tidak mempedulikan Razman sikutu buku yang menangis dibebani segudang penderitaannya.yang tinggal dinegri Orang..
Beban penderitaan Ra...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda