Aku mengenakan pakean renang yang mirip pakean montir, baju lengan pendek menyatu dengan celana pendek. Yang merah terbakar ya muka, tengkuk, lengan dan kaki yang tidak tertutup pakean. Walaupun pakean renangku tertutup seperti itu, bodiku yang bohay tetap saja menonjol karena pakean renang itu ketat. Si om sampe berbisik, "Nes, bodi kamu mengundang sekali". Aku sudah terbiasa dengan pandangan 'lapar' lelaki seperti itu. "Mengundang apa om", tanyaku pura2 gak ngerti. "Mengundang untuk ramah". "Ramah?" "Ya ramah, rajin menjamah". "Siapa yang rajin om", sengaja aku ajukan pertanyaan yang bloon kaya gitu, biar si om nya sewot. Bener aja, terpancing dia, "Yang rajin ya aku, pengen menjamah kamu". "Kalo menjamah ja ya gak masalah kan om, cuma sekedar menjamah kan?" Dia makin kesel dengan ucapanku yang sengaja aku buat polos gitu. "Kamu ni polos atao pura2 gak ngerti sih, polos kayanya enggak deh". "Sok tau ah", jawabku. "Iyalah, kayanya kamu gak polos2 amat". "Iyalah om, Ines kan masi pake...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda