dia tersenyum puas melihat aku masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding nonoknya. "Kamu puass.. Mit. enak.. kan.." senyumku sambil menjilat bibirnya sendiri. "enak banget deh om, lebi nikmat dari yang pertama. Om pinter banget deh maenin it il dan no nok Mita, gak dimasukin ja Mita bisa nyampe lagi"."Biar kamuu.. lebih puaas Mit.." kataku sambil terus menghujamkan sepertiga tongkolku ke dalam liang nonoknya. Terdengar bunyi, "Sleepp.. ahhkk.. brreet.." rupanya nonoknya terus semakin basah dan semakin licin untuk tongkolku yang terjepit di nonoknya. nonoknya terasa masi sempit.
Posisiku sudah menindih badannya. Sementara aku menaik-turunkan pantatku berirama. tongkolku yang besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam nonoknya, sementara gerakannya makin lama semakin lincah karena nonoknya terus mengeluarkan cairan yang membuat tongkolku terus dapat menerobos dinding nonoknya.
"Aakkhh..eennak..ruuss..tekan..om... Mita mau k ontol gedee.. ahh enaa...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda