"Cinta tidak harus memiliki..." kata-kata klise yang selalu menjadi alasan pembenaran sikapmu. Semudah kau datang semudah itu kau pergi dan persetan dengan semua kenangan, persetan dengan segala apa yang pernah terjadi dan kita rajut berdua. Akh Rani, andai kau mau mengerti atau apa aku yang tak bisa mengerti? "Val... jangan terlampau mendramatisir suasana, jangan siksa aku dengan sikapmu, jangan kurung aku dengan cintamu..." Rani, lantas bagaimana harus aku bersikap? membiarkan kau pergi? dan menunggumu bila kau telah lelah?
Bogor, Desember 1999 "Rani... atas nama cinta... atas segala apa yang pernah kita jalani... jadilah istriku!" Rani terdiam mendengar permintaanku, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kenapa Ran?" Aku tanya Rani terdiam, menghentikan tertawanya, menatapku tegas. "Cinta tidak harus memiliki.. Val.." katanya pelan. Tapi bagiku ibarat geledek. "Lantas? apa arti semua ini?" tanyaku sambil bangkit dari tidurku. Rani bergerak dari posisi tidurnya, memaka...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda