Pagi itu, aku lagi berak waktu terdengar suara handuk dikibaskan dari luar pintu WC. Rupanya Eci sudah bangun dari molornya yang sedari sore sudah mengunci kamarnya rapat-rapat seperti orang yang mau mengumbar nafsu dan tak mau diketahui siapapun dari luar. Maklum dia jauh dari suaminya yang hanya datang sebulan sekali untuk menengok. Ya, menengok dan menyirami liangnya dengan berahi yang tertahan. Genjot intensif selama tiga hari seperti kejar setoran, lalu pergi dengan terkulai memerah tanpa peduli istrinya harus menyeka sperma yang tercecer di bibir-bibir liangnya dengan tisu setiap kali mereka habis bermain dengan lendir-lendir lengket.
“Ada orang di dalam?” tanyanya. Kupikir Eci mau masuk ke kamar mandi jadi aku di dalam WC yang letaknya berdampingan dengan kamar mandi diam saja dan terus memainkan batanganku yang memang sudah kebiasaan lama saat aku berak.
Tiba-tiba, gubrakk…rupanya aku tidak mengunci pintu WC dengan semp...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda