Aku pura-pura tidak tahu sambil membolak-balik buku pelajaranku, aku membalas tatapan mata mesum Pak Harsono dengan tatapan mataku yang innocent hingga ia salah tingkah di depan kelas. Sambil mengajar Pak Harsono menikmati kemulusan pahaku, kunaikkan kedua kakiku pada besi yang melintang di bawah mejaku, kujingjitkan ujung kakiku sambil mengipas-ngipaskan kedua pahaku yang putih mulus. Pak Harsono semakin keras berdehem, ia terus mengajar sambil menatap pahaku. Aku tertawa kecil dalam hati melihat ekspresi wajah pak Harsono yang berusaha memendam nafsu birahi. Ia menghela nafas kecewa saat loceng sekolah berdentang keras dan menatap sekali lagi kekolong mejaku, matanya nanar menikmati kemulusan pahaku kemudian ia menatap wajahku, setelah merekam kecantikanku, dengan langkah yang terlihat berat ia melangkah keluar dari dalam kelas.
“Tic toc tic toc…!! “ jarum jam di kelasku berlari dengan kencang, tanpa terasa usai sudah kegiatan belajar dan mengajar di sekolahku
Setelah bercipik...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda