Di dalam mobil sepanjang perjalanan aku sering melirik ke arah wajah Mbak Tuti. Dia terlihat sedikit murung karena baru saja melepas suaminya yang pergi ke Amerika untuk training selama empat bulan. Aku tidak begitu tertarik dengan kemurungannya, tapi lebih terbuai oleh wajahnya yang putih bersih dan bibirnya yang tipis, kacamata ber-frame ungu keemasan menambah daya tariknya. Selama ini aku hanya membayangkan untuk bisa menidurinya, terlebih saat bertamu ke rumahnya, tapi keberadaan suaminya itu membuat aku hanya bisa menahan diri dan membayangkannya saat onani. Saatnya tiba dalam batinku sewaktu aku mendengar bahwa suaminya akan pergi ke luar negeri. Seabrek rencana akal bulus tersimpan di otakku. Mbak Tuti adalah anak dari kakak sepupu ayahku. Dia seorang sekretaris di sebuah perusahaan vitamin di Jogja ini. Dia sudah menikah lebih dari sepuluh tahun tapi sampai sekarang belum juga punya anak padahal dia dan suaminya sehat-sehat saja menurut dokter. Mungkin ini yang membuatnya mas...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda