Aku terbangun karena merasa cuaca agak dingin, kulihat kearah luar agaknya turun hujan tidak begitu lebat, namun sangat gerimis. Oh… sudah malam ya….jam berapa ya sekarang? bathin bertanya. Mungkin jam 11 malam ya…. ya mungkin saja bathinku berkata.
Di sebelahku, kulihat Maisharo begitu lelapnya tidur, di sebelahnya lagi Mashito semakin erat memelukku. Kupandangi kedua wanita Kuwait ini silih berganti, kulit mereka begitu putih dan bersih, bisa dibilang agak kekuningan. Bulu-bulu halus menghiasi kulit mereka, baik tangan bahkan wajah dan tengkuknya. Kulit tangannya begitu halus dan licin bagaikan kaca, …. kupandangi wajah Mashito, ku elus wajah cantiknya, kemudian ku kecup keningnya. Raut wajahnya begitu damai” ….
Seakan tidak ada beban dari wanita ini. Sedikitpun tidak ada reaksi dari Mashito, ku ulangin kecupanku, dari kening … pipi …. hidung mancungnya serta, duh bibir merahnya yang tanpa diolesi oleh lipstik begitu lembut. Pa...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda