Ki Gendeng sampai meneteskan air liur melihatnya dan tak terasa air maninya pun ikut muncrat…
Begitu bertemu Ki Edan, ia pun mengadukan apa yang dilihatnya.
“Ki Edan, aku lihat kau memiliki piaraan seorang wanita cantik di pekaranganmu… Siapakah dia?”
“Ooh… Ya… Itu adalah tumbal pesugihanku yang tak dapat memenuhi janjinya…” jelas Ki Edan.
“Ia adalah istri dari si pelaku…” lanjutnya.
Ki Gendeng pun manggut-manggut mendengarnya.
“Tapi mengapa ia kauberikan begitu saja pada kera piaraanmu? Tidakkah kau suka lagi pada manusia? Apalagi wanita itu sangatlah cantik…” tanya Ki Gendeng terheran-heran.
Ki Edan tersenyum.
“Tentu saja aku masih suka wanita dari bangsa manusia… Mataku pun tak buta, Ki Gendeng…”
“Aku tahu wanita itu sangat cantik…” lanjutnya. “Tapi saat ini aku sedang menjalani laku wesi geni untuk meningkatkan kesaktianku… selama 12 bulan purnama…”
“Selama itu pulalah aku harus menahan nafsu birahiku….” Kembali gendruwo itu manggut-manggut mendenga...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda