Aku tak mengerti, kenapa aku sejak kelas 1 SD, sudah suka sekali mempermainkan memekku, terutama di bagian kelentitku. Rasanya aku suka melayang-layang. Hal itu terus kulakukan. Sampai kelas 6 SD, aku pernah tinggal kelas sekali, waktu perpindahan kami dari desa ke lokasi transmigrasi. Di lokasi transmigrasi, dua rumah menjadi satu kopel. Antara satu kopel dengan kopel lainnya, agar berjauhan. Kami mau kesekolah juga agak jauh, berkisar 2 kilometer harus ditempuh dengan jalan kaki melintasi dua buah sungai kecil berair jernih. Di sungai yang tak jauh dari depan rumah kami, di sanalah kami selalu mandi, mencuci pakaian dan di pancuran dekat sungai itu, kami mengambil air minum. Terkadang aku dan teman-teman suka menangkapi udah sungai yang kecil-kecil. Udsah itu kami makan mentah saja dan rasanya enak.
Suatu sore aku dan Manto, temanku, (rumah kami satu kopel), kami mencari kayu api dari pohon yang sudah meranggas, untuk kayu bakar. Setelah mencari kayu, kami istirahat...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda