Masa SMU memang masa yang paling menyenangkan. Di masa itulah saya bertemu dengan Bernard, pria pertama yang kutaksir. Kami satu SMU di sebuah sekolah swasta Jakarta Pusat. Meskipun mahal, orangtuaku yang berpenghidupan pas-pasan memaksakan diri untuk membiayai sekolahku. Saya bersekolah dengan giat meski selalu dapat angka merah untuk matematika sialan. Sewaktu naik ke kelas 2 (tahun ajaran 1997/1998), saya bertemu Bernard. Pada pandangan pertama, saya langsung jatuh cinta. Saya ingin memiliki dirinya. Di dalam kelas, saya selalu mencari alasan untuk menengok ke belakang agar dapat memandang wajah tampannya meski hanya sedetik saja.
Bagiku, Bernard adalah pria terganteng yang pernah kulihat, meskipun banyak yang beranggapan sifatnya agak ‘reseh’ dan terkadang centil. Namun kecentilannya itu tidak parah (tak seperti bencong sejati) dan hanya keluar pas dia ingin bercanda saja. Tubuhnya proposional, tak ada lemak. Saya sering mengintipnya mengganti pakaian tiap kali pelajaran olahrag...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda