Siang itu, aku berjalan tertatih-tatih dengan perasaan tak menentu menuju ruang tunggu seorang dokter. Saya mendapatkan alamatnya dari temanku. Katanya dokter ini hebat sekali dalam ilmu pengobatan. Dan saat itu aku memang benar-benar membutuhkan dokter yang hebat. Anusku berkedut-kedut agak nyeri. Semua gara-gara ulah salah satu teman gayku. Kami bertemu, merasa cocok, dan berakhir dengan seks yang luar biasa. Namun karena kontolnya besar, anusku dihajarnya habis-habisan sampai berdarah-darah. Dia memang jago sekali dalam hal mengentot. Aku dibuatnya kehabisan napas. Namun aku sangat menikmat...
Jumlah patah perkataan: 9276
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda