"Aarrgghh.." desahku saat jarinya kembali menyiksaku dengan kenikmatan. Kain seprei di bawah kontolku sudah basah, ternoda dengan cairan pra-ejakulasiku.
"Enak ya?" tanyanya. Suaranya terdengar memabukkan, membuatku semakin horny saja. Dokter itu malah semakin giat menyodomi anusku dengan jarinya.
"Aarrgghh.. Oohh.. Aahh.." desahku, kepalaku berputar-putar dengan nafsu.
"Aahh.. Iya, dokter.. Oohh.. Enak banget.. Aahh.."
"Lebih enak mana? Jariku atau kontol cowok yang menyodomimu hingga begini?" tanyanya lagi, kali ini lebih menjurus.
Dalam hati, aku bertanya, 'Kok pertanyaan...
Jumlah patah perkataan: 9874
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda