Segar sehabis mandi, Erwin keluar dari kamarnya dan dari teras di depan kamarnya di lantai dua, ia melihat keponakannya, Dedy, memasuki rumah dengan wajah merah kepanasan, namun tampak ceria. Dedy baru pulang dari sekolah, kemeja putih dan celana birunya tampak lusuh. Tak melihat siapa pun di rumah, Dedy langsung naik dan masuk ke kamarnya lalu menyalakan AC. Ia mencuci muka dan tangannya di kamar mandi dalam kamarnya saat mendengar Pamannya bertanya, “Hey, gimana pengumumannya?”
Dedy keluar dari kamar mandi mendapatkan Erwin bersandar di pintu kamarnya dengan tangan ke belakang. "Dedy diterima di SMA Budi Utomo, Om!" jawab Dedy dengan ceria. Erwin berjalan ke arahnya dan memberikan sebuah kado terbungkus rapi. "Nih, buat kamu. Om yakin kamu diterima, jadi udah nyiapin ini." "Duuh, thank you, Om!" Dedy setengah menjerit menyambar kado itu.
Erwin duduk di ranjang Dedy sementara keponakannya duduk di meja belajarnya membuka kado itu. Kali ini Dedy benar-benar menjerit, "A...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda