Saat itu saya melakukan sedikit shopping disupermarket kecil di dekat rumahku, AMARKET. Meski kecil, tempatnya nyaman, dan juga beberapa pegawai prianya yang lumayan ganteng. Ada satu pegawai yang sangat menarik. Namanya Sunaryo, tapi dipanggil Naryo.Umurnya sekitar 20an, masih muda. Rambutnya pendek rapi, baru saja dicukur. Wajahnya ganteng sekali,apalagi jika dia sedang menyisakan sedikit sisa cukuran kumis dan brewoknya. Ah, gak tahan! Kulitnya memang gelap, seperti kulit kebanyakkan pria Jawa.Badannya biasa saja, tertutup oleh seragam kaos kemeja merah AMARKET. Namun saat dia menyilangkan lengannya di depan dada, nampak bahwa kedua tangannya itu lumayan kekar. Tiap kali berbelanja di situ, saya sering curi-curi pandang, berpura-pura mondar-mandir melihat barang. Sikap Naryo biasanya terlihat dingin, jarang senyum, kecuali jika sedang diajak bicara. Entah kenapa, saat itu, ketika saya diam-diam memperhatikannya, Naryo ternyata membalas pandangan mataku. saya deg-degan sebab pandan...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda