Desa itu berbatasan langsung dengan laut, dengan sisi utara berakhir di ujung bukit, di bawah sebuah pohon beringin tua. Terdapat pagar kayu setinggi dada orang dewasa untuk memisahkan desa dengan rumah kosong itu. Sebagai anak yang penurut, Jali tidak pernah berusaha untuk menyelinap keluar. Dia cuma memandangi saja dari celah-celah pagar, mengagumi dari jauh bangunan tua yang sudah nyaris ambruk itu.
“Apa yang kau lihat?” sapa suara merdu di belakangnya.
Jali menoleh. Irana Lestari, istri pak RT, berdiri tak jauh darinya. Wanita itu tampak cantik dengan kaos putih dan rok pendek bermotif bunga yang dikenakannya.
“Cuma melihat rumah itu, cantik ya, mbak?” jawabnya polos.
“Tempat itu angker.” Irana menepis debu yang menempel di kaosnya yang tipis. “Kau tahu?”
“Tidak juga.” Jali menggeleng.
Wanita itu berjalan mendekat dan berdiri disebelah Jali, aroma tubuhnya yang wangi langsung membuat bocah kecil itu mabuk.
“Menurut cerita, rumah itu dikutuk. Hanya penjahat dan ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda