"Van, kamu pulang sama siapa?" tanyaku "Gak tau, biasanya sih aku naik angkot, kamu mau anterin aku?" "Boleh, rumah kamu kan gak terlalu jauh, asalkan..." "Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?" Protes Vani "...asalkan kamu mau cium aku..." Aku mulai nekat, karena memang di sekolah aku terkenal nekat. "Ih... Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??" "Ya udah, berhubung kamu cakep, aku mau cium kamu, tapi cari tempat yang sepi dong..." "Oke... Kita ke toilet belakang sekolah" "Tapi jangan apa-apain aku lagi yah..." "Iya deh... Jangan takut kalo sama aku..."
Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani seperti merasa ketakutan, mungkin karena takut diapa-apain, tapi aku ga peduli.
"Nah... Sekarang merem dong, biar aku cium..." Katanya "Iya... Iya... Tapi kamu merem juga dong..." Suruhku "Ya udah..."
Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, setelah cukup dekat, aku membuka mataku dan mulai mencium Vani dengan sangat bernafsu, ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda