“Oke Brother… malam ini kita Happy” ujar Perli sambil mengacungkan jempol kepadaku. Usai membalas Acungan Jempol Perli, kudengar suara dentuman bas musik House pun mulai menggema terdengar diteliga ku. Hampir pada waktu yang bersamaan tiba-tiba saja lampu kamar yang tadinya terang benerang kini telah berubah jadi remang-remang menyinari kamar yang sudah dipasang peredam oleh Perli, sekuat apapun musik dibunyikan suaranya tak akan sampai keluar. Ditambah lagi suhu ruangan yang dingin oleh AC (Air Conditioner/ pendingin ruangan ½ PK) membuat suasana ruangan kamar itu seperti ruangan VIP ditempat-tempat karaoke saja.
Semakin lama musik yang berbunyi terdengar semakin keras saja. Sementara aku masih saja melongo duduk di salah satu kursi, kulihat di tengah-tengah ruangan Perli dan Yeni sudah asyik bergoyang mengikuti alunan-alunan musik house yang semakin bredentum-dentum suaranya. Hampir 5 menit setelah ku telan extasi tadi, kini aku mulai merasakan reaksi nya. Sulit untuk ku katakan ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda