tidak melihat lagi bagaimana ekspresi atau keadaan Yeni, yang kurasakan saat itu beberapa kali tubuh Yenny bergetar dan berkali-kali pantat Yeni terangkat dan kembali terhempas dikasur. Sehingga saat dia mengangkat pantatnya wajahku pun amblas menempel di bagian vaginanya, hingga seluruh wajahku jadi basah oleh cairan hasratnya.
Lenguhan panjang setengah menjerit terdengar dari mulutnya ketika ku gigit Klitoris vaginanya. “Oowwwhhhh…… Enakkkk baaaaannnng…Eeggghhhhhh” ujar Yeni tiba-tiba menjerit memecahkan kesunyian saat kusapu lubang anusnya dengan lidahku. “Sssttt… ntar anak kamu bangun” ujarku menenangkan Yeni. “I i.. iya bang… maaf, habisnya enak sih…” katanya seperi merasa bersalah. Tanpa mempedulikan jawaban Yeni, dengan lahap kembali kujilati vaginanya. Kini jilatanku semakin liar, masuk menusuk-nusuk liang vagina Yeni. “Akhh, banng.. aku mauu.. akhh..” tiba-tiba tangan Yeni menjambak rambutku lalu menekan wajahku kuat ke bagian selakagannya, sambil menggelinj...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda