Aku hidup dalam sebuah keluarga yang bisa dibilang sangat otoriter. Ayahku seorang perwira menengah kepolisian, sehingga beliau mendidik anak-anaknya dengan sangat tegas dank keras. Beliau juga berharap bila kami sudah besar nanti, kami bisa menjadi abdi Negara seperti didirnya. Namun sayang Tuhan lebih dulu memanggilnya saat aku masih berumur tujuh tahun. Sejak ditinggal ayah, aku besar dan tumbuh dalam didikan ibu. Terus terang saja diantara anak-anaknya yang lain aku paling dimanja, mungkin karena aku anak perempuan satu-satunya yang dimiliki ibu. Di rumah aku dikenal sangat pendiam, terlihat alim dan tidak suka berbuat yang aneh-aneh, sehingga ibu tidak banyak memproteksi kegiatan-kegiatanku. Padahal, di luar rumah, aku sama seperti anak-anak lain. Saat puber dan mulai jatuh cinta, aku juga berkencan dengan pria idamanku. Tapi untuk menjaga citraku yang baik dihadapan ibu, aku tumbuh dalam sikap kepura-puraan. Didepan kakak-kakakku, aku selalu bersikap seolah aku anti pacaran, pa...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda