Begitulah pengalaman pertamaku dengan si Mbah. Setelah itu aku memang selalu merasa bersalah, dan tidak pernah membahasnya dengan Priska. Hubungan kami sebagai kakak adik selalu canggung, dan tidak pernah bertatap mata dengan langsung.
Walaupun begitu, setiap malam atau pagi pagi sekali, aku selalu ingin ke sana, tapi bagaimana, aku tak punya uang yang cukup. Aku kadang kadang iri dengan Priska yg berpenghasilan sendiri dan bisa 2 minggu sekali ke sana.
Sampai akhirnya setelah 3 minggu tidak kesana suamiku bertanya bagaimana perkembangan terapiku. Aku keceplosan menjawab bahwa biayanya sangat tinggi. Suamiku tanpa diduga duga mendorongku ke sana lagi terutama untuk terapi keputihanku.
Akhirnya berbekal dengan uang dan ijin suamiku akupun berangkat. Dan hari itu aku melakukannya lagi dengan si Mbah, aku bagaikan orang kelaparan tidak saja diam pasrah menunggu perlakuan si Mbah, aku aktif melakukan apa saja yang aku bayangkan.
Apalagi sesuai dengan sy...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda