"Gila loe, quicky dimana kemaren?" Aku cuma mesam mesem aja menanggapi seruan Lis. Sementara teman2 yg lain bersorak menanggapi kata2 Lis. "Kok lu tau Lis?" Ruth bertanya penasaran. "Woooy udaaah..." Aku coba memotong pembicaraan, "ah ya tau lah, underware di mana2 sama mulutnya masih cemot!" Gila! Aku malu abis, pembicaraanpun meluncur dari yang menjurus sampe bener2 jorok. Ahh tiba2 aku berpikir, tunggu aja kalau mulutmu yang kebobolan, aku gak jadi marah, malah menimpali semua omongan yg sudah benar2 jorok itu. Akhirnya setelah bel sekolah berbunyi dan sebagian ibu2 berangkat pergi, akupun beranjak hendak pulang, Lis menghampiriku, "Mil, anterin ke situ dong akupunktur"
"Aku pikir lo ga mau Lis" "Mau cuma gw malu kalau ketauan, nih perut gw besar". Oh pantesan dia selalu pk baju longgar selama ini. Lis tidak terlalu tinggi, hanya 160 cm. Rambutnya panjang dibawah bahu, berkaca mata tipis, putih mirip cina. Sebetulnya dia biasa saja, cuma bibirnya agak sen...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda