'Hindun... bisik Ridwan semesra mungkin, bibirnya mengecup belakang telinga Hindun yang tergolek dibahunya. 'Hindun sudah ... ..? (orgasme maksudnya) 'err..sudah bang... ' Malu sekali dirinya telanjang dipangku lelaki yang namanya sama sekali tidak diketahuinya. Bahkan terpaksa mengakui sesuatu yang sebenarnya sangat intim yang mustahil diucapkan kelelaki asing.
Udara dingin mulai terasa membelai ketelanjangan tubuhnya, ihhh terasa agak dingin. Tapi pangkal pahanya masih terasa hangat membara, sisa pertempuran yang baru saja berlangsung. Tubuhnya yang lunglai bersandar didada Ridwan terasa menyenangkan menghalau dingin yang menyapu punggungnya yang telanjang. Benaknya memerintahkan agar dirinya segera menyudahi adegan ini mengerikan ini. Tapi kesopanannya menahan tubuhnya beranjak bangkit. Hindun pasrah menunggu tindakan lelaki ini selanjutnya, dirinya berharap-harap cemas, mudah-mudahan bisa segera terlepas dari rasa malu yang mulai semakin merasukinya.
Geli kembali menyengat, s...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda