Pengalaman ini terjadi waktu gua masih di SMA. Menjelang perpisahan SMA, gua dan teman-teman sekelas berencana untuk pergi ke Pangandaran. Di sana, kita menginap di sebuah penginapan yang jaraknya sama pantai dekat sekali. Kita semua benar-benar bersenang-senang, keliling pantai bersama-sama. Pada malamnya banyak teman gua yang jalan-jalan menyusuri pantai sama cewe atau cowonya masing-masing. Sak
Sore pukul 15.00 WIB saya bersama Ferry menjemput Giant, rekan kerjaku di Bandara Soekarno–Hatta yang baru menyelesaikan tugasnya di Portugal. Tiga puluh menit menunggu, Pesawat KLM yang ditumpangi Giant landing di Soekarno–Hatta. Setelah berbasa-basi kami langsung menuju Twin Cam yang diparkir di Bandara. Giant menceritakan kemolekan, kecantikan, keindahan tubuh wanita-wanita Portugal, mancung, t
Aku tidak menyangka bahwa kota yang kecil seperti "M" di Jawa Timur ini bisa membuatku mengenal banyak wanita dan mereka semua rata-rata sudah mapan dan berkeluarga. Kejadiannya mulanya juga tidak kuduga. Pertama kali aku mengikuti senam pada sebuah sanggar senam yang cukup terkenal dan pada awalnya setelah selesai senam aku langsung tancap gas dan pulang.
Suatu ketika pada waktu senam usai ak
Aku, Roslan, Johari dan Hamdan bersahabat sejak dari ITM lagi. Pada suatu hari aku berbincang mengenai satu rancangan yang sangat menarik. Mereka pada mulanya terkejut dengan apa yang aku cadangkan tetapi jelas sangat berminat kerana aku tahu mereka semua ini seperti aku juga, kuat nafsu.
Masing-masing sudah mempunyai girlfriend dan pada asasnya kami berlapan bersahabat baik dan sering melakuka
Kejadian ini terjadi diawal tahun 2003 yang lalu
= Introduction =
Sebenernya gue ga mau dirawat di rumah sakit, sejak kecil gue takut yang namanya “disuntik”. Tapi sekarang itu semua mengubah pendirian gue tentang “suntik”.
= Scene One =
Sekitar jam 10 malem gue masuk rumah sakit katanya sih gue terkena sakit radang usus, sakit memang tapi kayanya lebih sakit disuntik, itu menurut gue wakt
Kuraih tubuh Irene dalam gendonganku, kusandarkan dia di white board. Tangan Irene memeluk leherku sambil aktif mengulum mulut dan lidahku di dalam. Setelah kusingkapkan semua kaos ketat biru lepas dari tubuhnya, sambil menyangga pantat Irene dengan tangan kiriku mulai kuurut pelan bentuk 'cute' penisku. Kuselipkan di antara pangkal paha Irene, setelah tepat, mulai kudorong pelan masuk ke dalam va
Di dalam kelas, Irene kelihatan pucat sekali wajahnya.
"Kenapa..?" tanyaku sambil mengelus rambut Irene.
"Ngak pa-pa, cape aja. Kamu sih bikin aku kaya gini.. nggak bisa jalan jadinya.."
"Pulang yuk..? Kalo capek kugendong yah sampe parkiran.."
"Hihi.. kamu gilanya bener-bener deh. Malu dong Yan..?"
"Nggak pa-pa, biar semua tahu kalo kamu tuh punyaku.."
"Emang kalo kamu gendong aku mereka se
"Iyaaannn..! Ouuggfffhh..! Irene dapet Yan.. Irene dapeeettt... Hgggffhh..!"
Tidak tahu kenapa, aku sangat bernafsu ingin merasakan lendir kewanitaan Irene.
"Hmm sedap juga.." kuhisap vaginanya.
Irene hanya merintih manja sambil meliukkan tubuhnya. Aku tidak dapat berpikir, cepat sekali cewek ini jadi basah seperti ini. Irene malah makin merapatkan kepalaku ke arah vagina basahnya yang lagi ber
Sambil membuang keringatnya si 'kecil' (baca: pipis) di toilet karena merasa tenggorokanku agak gatal, aku sampai tersedak batuk kencang sekali.
Huuiii..! Lega deh habis pipis jadi enteng banget deh.
Sesampainya di luar toilet, "Yan..! Hihihi, aku tahu kalo kamu batuk kamu kenceng banget, sakit yah..?"
Yiihhaa..! si 'Allien' ada di depan toilet cewek sebelah. Senang sekali deh dapat melihat dia