Aku adalah aktifis gereja untuk acara kebaktian. Malam itu seusai rapat persiapan misa natal, aku segera menstart motorku untuk pulang. Rasanya pengin sekali segera sampai di rumah, makan, lalu tidur. Tetapi baru saja sampai di gerbang depan gereja, seseorang menyapaku, dan ketika aku toleh arah suara itu ternyata Rini, penyanyi gereja. Ngapain anak ini sendirian di gerbang? “Belum pulang, Rin?” “Belum Den, habis nungguin bis lewat, lama amat.” Jawabnya sambil berkedip-kedip genit. “Bis lewat ditungguin, gue antar deh?” “Bener situ mau nganterin?” “Yah, pokoknya nggak gratis. Situ tau sendiri deh.” Ujarku menggoda. “Ah, bisa aja.” Rini mencubit kecil pinggangku lalu segera naik ke boncengan. Tangannya melingkat erat di pinggangku, lalu melajulah motor di ramainya jalanan. Lama-kelamaan si Rini malah menempelkan dadanya di punggungku. Tau nggak, rasanya benar-benar empuk dan hangat. Wuih, terasa bener kalau dia nggak pake beha. Sebagai laki-laki normal, wajar dong kalo batang pen...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda